Kalau Umar Meninggal Nanti
"Ummi, kalau Umar meninggal nanti. Jangan biarkan kuburan Umar diberi beban kecuali tanah dan dadung yang menutupi jasad umar yang sudah terbalut kafan." sepulang dari diniyah menjelang sore ini, umar tetiba membicarakan kematian. Sambil duduk disampingku dia memegang tanganku erat. "Kenapa umar tiba-tiba membicarakan kematian?" ku usap rambutnya yang mulai panjang dan kutanyakan alasannya yang tiba-tiba membahas kematian. Kami sebenarnya sering membahas kematian...saling mengingatkan diri kami masing-masing bahwa kami kelak akan terbujur kaku berbalut kafan, kemudian ditinggalkan sendirian di ruang sempit yang hanya cukup untuk badan kita untuk kemudian mempertanggung jawabkan amanahNya selama kita menghirup udara kehidupan di dunia. Dari balik jendela ruang tamu atau jendela kamar Aufa, kami biasa melihat tepat ke depan ke bagian utara yang terdapat makam disana dan mengingat kematian untuk kemudian saling mengingatkan tentang jatah hidup yang harusnya diisi denga...