little story
Di kelasnya DPIB 1 ada 33 orang dengan jumlah siswa lebih banyak dari siswi. Bahkan saat satu kelas itu di bagi dua kelompok, kelompok A terdiri dari sekian belas siswa laki-laki dan 1 orang siswi.
AKL justru kebalikannya, ada 1 kelas dimana hanya ada 3 siswa laki-laki disana.
Gambar 2 D dan 3 D Alhamdulillah sudah dikuasainya, Biidznillah. Karena terbiasa menggunakan Binder dan Photoshop jadi lumayan membantu saat mulai kenalan dengan AutoCAD.
Sejak PTM mulai mengejar kompetensi diantaranya kemampuan menggunakan AutoCAD.
Setelah mendapatkan vaksin dosis 1, dia menunggu dosis 2 namun belum dapat juga. Hari Sabtu ada jadwal dosis 1 namun yang mendapat jadwal vaksin dari kelas Umar hanya 2 orang, dua-duanya perempuan, Tita dan.. Siapa lagi ya, saya lupa lagi.
Nama Tita cukup familiar karena dia wakil KM, KM nya Umar. Tita juga termasuk siswi yang aktif dan baik. Saya pernah minta bantuannya untuk membelikan parasetamol dan air minum saat Umar sakit di sekolah.
Pernah ketemu Tita? Belum, tapi saya yakin dia gadis yang baik.
Ibu ini nggak malu ya minta tolong 😅
Tadinya jumlah siswa di kelas Umar ada 35, 1 siswa pindah jurusan ke TKR dan 1 siswi tidak diteruskan sekolahnya dan memilih menikah.
Menikah? Iya, semua teman-temannya di jurusan Umar di undang termasuk Umar.
MasyaAllah, semoga Allah berikan sakinah, mawaddah warahmah kanggo neng Hilda.
Katanya nikahnya dalam waktu dekat.
Ada DPIB, TKJ, TKR, BDP dan AKL di sana. Umar masuk DPIB (dulu mah TGB atau teknik gambar bangun) ambil speasialisasinya arsitektur.
Masing-masing jurusan terbagi beberapa kelas, perkelas ada 35 orang. Dari semua jurusan yang ada, DPIB paling sepi peminat karena dibandingkan yang lainnya di DPIB mah tugasnya lebih banyak, tingkat kesulitannya lebih besar, biaya buat beli bahan belajarnya tidak sedikit dan PKL nya paling jauh. meski sepi peminat, setiap angkatan tetap sampai 5 kelas, Umar kebetulan berada di DPIB 1.
"Sepi peminat mah pasti lebih mudah donk masuknya?"
No, seperti kita tahu SMA dan SMA Negeri itu pakai sistem zonasi. Waktu daftarin Umar kesana lumayan bikin degdegan soalnya zona nya jauh.
Ada jalur lain yaitu prestasi, KIP (kalau tidak salah), hmm apa lagi ya (sambil diingat-ingat) "Kenapa ngotot sekolah di sana?" Kayaknya yang ngototmah bundanya 😅
Saya hanya melihat potensi Umar, sedangkan untuk masuk jurusan itu pilihan terdekat ya di SMKN 1 Rajapolah. Kalau SMKN 2 mah jauh teuing, adanya di tamansari, dekat kampus Aa sekarang.
Balananjeur, 28 September 2021
Komentar
Posting Komentar